Lebaran sudah di depan mata, persiapan mudik pun mengiringinya. Bukanlah hal yang aneh lagi bila mudik menjadi tradisi bagi warga Indonesia. Ratusan hingga ribuan orang berduyun-duyun ‘meramaikan’ jalan raya sambil menenteng bawaan. Hal ini tentu saja akan menjadikan perjalanan mudik menjadi sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga, terutama bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan melalui jalur Nagrek yang disinyalir sebagai salah satu titik kemacetan di Jawa Barat.
Untuk mengantisipasi hal demikian, Dompet Dhuafa cabang Jawa Barat mendirikan posko mudik lebaran di jalur mudik Nagrek, tepatnya di depan Masjid PLN Ciburaleng, kabupaten Sumedang, Jawa Barat sejak Sabtu (2/7) lalu guna memfasilitasi para pemudik yang ingin beristirahat di tengah perjalanannya.
Selain di wilayah Sumedang, posko pun didirikan pada perempatan Plered, Cirebon, Jawa Barat. Posko ini terselenggara berkat kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI), BM Al Falah, BM Ishlah, dan BM Islamic Center. Pada posko mudik tersebut dilaksanakan layanan kesehatan dan penyaluran takjil gratis oleh volunter Dompet Dhuafa Jabar atau lebih dikenal dengan sebutan Disaster Management Center (DMC).
Program ‘Peduli Mudik Lebaran’ ini hanya dilaksanakan untuk momen pemberangkatan mudik, yaitu hingga Selasa (5/7) mendatang. Sementara, tenda publik RRI yang menjadi partner Dompet Dhuafa Jabar akan membuka poskonya hingga H+3 lebaran.