Pada hari selasa (04/10/2016) tim Dompet Dhuafa Jabar bersama siswa siswi dari SMP & SMA Al Kausar Boarding School mengunjungi daerah terdampak bencana banjir bandang setelah sebelumnya melakukan kegiatan sekolah ceria untuk anak-anak SD terdampak bencana banjir bandang Garut, Jawa Barat. Salah satu tempat terdampak bencana yang kami kunjungi adalah SLB CYKB Garut yang mengalami kerusakan lumayan parah. Saat tim Dompet Dhuafa Jabar & siswa-siswi Al Kausar Boarding School berkeliling melihat-lihat kondisi asrama SLB yang bagian belakangnya hancur dan kotor, kami bertemu dengan Ibu Noyani yang adalah pengelola panti SLB CYKB Garut. Ibu Noyani menceritakan pengalamannya saat banjir bandang dengan ganasnya melewati gedung sekolah dan asrama SLB CYKB Garut.
Ibu Noyani bersama sang suami sudah 31 tahun mengelola panti SLB-CYKB Garut. Selasa malam (20/09/2016) Ibu Yani tidak biasanya belum tidur malam itu karena menunggu nasi yang sedang di masaknya. Sambil duduk menunggu nasi matang tiba-bisa terdengar suara gemuruh dan ibu Yani mengira suara itu suara hujan yang deras. Malam itu Ibu Yani sama sekali tidak menyangka akan ada air bah yang datang menyapu bangunan SLB asuhannya. Dengan susah payah ibu Yani membangunkan dan mengajak anak-anak asuhannya yang berkebutuhan khusus untuk segera menyelamatkan diri saat air mulai meninggi membanjiri asrama SLB. Dengan bujukan akan dibelikan bakso akhirnya anak-anak asuh Ibu Yani mau untuk segera dievakuasi. Kebetulan hari itu sebagian anak-anak asuhnya yang lain sedang mengikuti lomba menyanyi di Bandung dan hanya ada tujuh orang anak asuh yang berada di asrama. Ibu Yani memegang dua orang anak di tangan kanannya dan seorang anak di tangan kirinya, sementara sang suami memengang empat orang termasuk salah seorang anak yang tuna netra.
Ibu Yani dan Suami bersusah payah berjalan sambil masih memegangi anak-anak asuhnya berusaha menyelamatkan diri ke jalan raya yang letaknya lima meteran dari asrama yang kebetulan lebih tinggi daratannya dibandingkan SLB yang berada di bawahnya. Ibu Yani terus meminta tolong dan berusaha berjalan menyelamatkan diri melalui arus air yang semakin deras, dilihatnya banyak benda-benda terbawa arus termasuk kayu-kayu yang asalnya diikat di depan asrama. Bukan hanya benda-benda milik warga saja yang ibu Yani lihat terbawa arus air, bahkan sebuah kendaraan beco yang besar pun ikut terbawa hanyut arus yang semakin deras bak tsunami. Berkat perlindungan Allah SWT, akhirnya Ibu Yani, suami serta anak-anak asuhnya bisa selamat dari arus banjir bandang dan berlindung di jalan raya yang berada di atas gedung SLB. Ibu Yani dan anak-anak asuhnya beruntung tidak mengalami luka-luka, namun sang suami terluka di kedua tangannya akibat tergores seng dan beling yang terbawa arus air. Ibu Yani berusaha meminta bantuan orang-orang tapi dilihatnya kondisi sekitar sudah dibanjiri banjir bandang. Tak lama tim evakuasi dan polisi datang menolong.
Akibat terjangan banjir bandang kamar mandi dan dapur asrama roboh, meja makan dan perlengkapan lainnya hilang terbawa arus. Kasur-kasur yang ada di asrama dan lemari berisi pakaian pun ikut hanyut. Beberapa ruangan kelas rusak tergerus air banjir bandang. Bahkan permukiman warga yang terletak di belakang asrama dan gedung sekolah rusak parah dan banyak terdapat korban jiwa. Ada satu keluarga yang salah seorang anggota keluarganya masih belum ditemukan jenazahnya sampai sekarang.
Kini Ibu Yani dan anak-anak asuhnya sudah kembali dari tempat pengungsian namun untuk sementara waktu mereka harus masih tinggal di masjid SLB karena asramanya masih rusak dan perabotannya hilang terbawa arus banjir bandang. Untuk menghibur teman-teman yang masih harus menetap sementara di masjid sekolah, Dompet Dhuafa Jabar membagikan school kits hasil dari donasi para donatur yang sudah mengamanahkan donasinya melalui Dompet Dhuafa. Ada pula inisiatif dari siswa siswi Al Kausar Boarding School untuk membantu membersihkan lantai masjid yang kotor.
Dengan kondisi seperti ini, masih dibutuhkan uluran bantuan dari teman-teman untuk memasuki masa recovery agar kegiatan di SLB terutama untuk asrama atau tempat istirahat teman-teman di panti SLB kembali layak dihuni. Barang-barang yang dibutuhkan teman-teman SLB di antaranya, perabotan asrama (lemari, kasur dll), peralatan sekolah (papan tulis, meja, bangku dll). Mari bersama-sama kembalikan semangat belajar teman-teman SLB CYBK Garut.
Salurkan bantuan Anda melalui Dompet Dhuafa Jabar,
BNI Syariah 7.3333.4444.4
Mandiri 130.00.02.878786
BCA 156.9.444444