“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)
Tujuh keutamaan penghafal al-Qur’an berdasarkan hadits Rasulullaah, yaitu : 1). Menjadi keluarga Allah di dunia; 2). Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan; 3). Mendapat syafaat dari Alquran; 4). Termasuk sebaik-baik manusia; 5). Dimuliakan oleh Allah ; 6. Orang lain boleh iri padanya; 7. Mampu menyelamatkan kedua orangtua. Tujuh keutamaan tersebut telah memberikan inspirasi dan motivasi pada sekelompok mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta Kota Bandung dalam menginisiasi sebuah komunitas al-Qur’an. Dengan menamakan dirinya Komunitas “IKRAAMUL QUR’AN “ Universitas Islam Nusantara Bandung, para mahasiswa yang tergabung di dalamnya telah banyak melakukan aktifitas kampanye dan penyadaran pentingnya kembali pada kemuliaan al-Quran di lingkungan kampusnya. Dan mengajak para mahasiswa untuk berusaha menjadi “Mahasiswa Prestatif dengan hafalan al-Qur’an”, dimana lahirnya satu bentuk kesadaran bahwasannya al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi saat ini telah selayaknya menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi para Mahasiswa.
Berbagai bentuk sosialisasi dan publikasi terkait program Komunitasnya, seperti bimbingan tahsin, tahfidz, dan tilawah serta kajian tafsir al-Qur’annya telah dilakukaan sejak saat masa penerimaan mahasiswa baru maupun selama masa perkuliahan berlangsung. Meskipun terbilang masih sangat singkat usia perjalanannya, namun komunitas ini telah mendapatkan respon positif bahkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan kampus. Sebagai buktinya adalah tingginya antusiasme jumlah pendaftaran anggota baru pada tahun 2015 hingga mencapai 40 orang lebih dibandingkan tahun 2014 yang hanya diikuti tidak kurang dari 20 orang. Termasuk adanya pengakuan dari pihak rektorat UNINUS sebagai satu unit kegiatan mahasiwa dan kesediaan salah seorang dari pihak Dekan Fakultas Dirosah Islamiyah UNINUS untuk menjadi Dewan Pembina pada struktur organisasinya. Pada semester genap tahun akademik 2015 – 2016, alhamdulillah terdapat lima dari sekian banyak anggota komunitas IKRAAMUL QUR’AN, yaitu Rahma Hamidah, Luthfiaturrahman, Hera Estiani, Ucu Nur Aisyah dan Dety sebagai mahasiswi pemetik manfaat program BEASTUDI QUR’AN DOMPET DHUAFA JAWA BARAT. Dimana kelima mahasiswi tersebut, saat ini sedang menempuh program studi S1 semester 4 pada jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah sekaligus hafalan al-Qur’an bersama komunitas IKRAAMUL QUR’AN UNINUS Bandung.
Program BEASTUDI QUR’AN adalah salah satu program pemberdayaan bidang pendidikan yang berusaha memberikan apresiasi dan dedikasi berupa bantuan solutif biaya pendidikan serta pembinaan intensif bagi para pelajar dan mahasiswa dhuafa berprestasi yang sedang giat studi al-Qur’an di wilayah Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah untuk membantu pelajar dan mahasiswa dalam menyelesaikan masa studinya khususnya bidang kemampuan hafalan dan kajian ilmu al-Qur’annya. Jenis dan bentuk benefit program yang akan diperoleh pemetik manfaat selama program meliputi pemenuhan aspek kebutuhan pendidikan dan non pendidikannya, antara lain : a). Biaya Pokok Pendidikan (Biaya Masuk dan Semesteran), b). Biaya Partisipasi Tugas Akhir dan Penelitian SKripsi, c). Biaya Partisipasi WIsuda, d). Bantuan Santunan Hidup dan Kesehatan, e). Pembinaan Intensif al-Qur’an, f). Capacity Building (Self Development), g). Masa Pengabdian Aktivasi Rumah Qur’an. .
Dalam proses seleksi penerimaannya, kelima mahasiswi tersebut di atas telah mengikuti beberapa tahap sebagai persyaratan dan ketentuan menjadi pemetik manfaat program. Adapun tahapan yang telah dilaluinya adalah verifikasi berkas pendaftaran, tes kompetensi (pengetahuan dan wawasan ilmu al-Qur’an), wawancara dan validasi data terkait kondisi obyektif keluarga serta tempat tinggalnya masing-masing. Setelah tahapan tersebut, kemudian di lakukan pemantauan akhir dan pleno penetapan sebagai pemetik manfaat program dalam bentuk pembuatan surat akad Program. Dan kelimanya telah dinyatakan memenuhi criteria dan persyaratan serta berhak menerima manfaat program BEASTUDI QUR’AN DOMPET DHUAFA JAWA BARAT angkatan I, yang penandatanganan akadnya telah dilangsungkan pada hari selasa, 24 Nopember 2015 di Mesjid Al-Ikhlas UNINUS Bandung. Dompet Dhuafa Jawa Barat telah mentargetkan 10 pemetik manfaat selama tahun 2015 yang tersebar di beberapa perguruan tinggi swasta maupun negeri Kota Bandung. Insya Allah..
(DDJabar / Agus)