Dompet Dhuafa Jabar Ajak Warga Bandung Melawan Asap

/ kurmamedia

Bandung—Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Jawa Barat menggelar aksi simpatik mengajak publik peduli terhadap korban bencana asap Indonesia pada Selasa, (13/10) di kawasan Simpang Lima, Bandung. Puluhan relawan Dompet Dhuafa hadir terdiri dari Amil Dompet Dhuafa Jabar dan beberapa Volunteer Dompet Dhuafa Jabar.

“Kami menggelar aksi simpatik ini untuk menyeru dan mengajak publik untuk peduli terhadap korban bencana asap yang terjadi di wilayah Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan,” kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar, Dhoni Marlan.

Lebih lanjut Dhoni memaparkan, aksi simpatik juga menjadi ajang perenungan bagi publik bahwa saudara-saudara kita yang terdampak kabut asap di Sumatera dan Kalimantan tengah menanti uluran bantuan.

“Bayangkan, saudara-saudara kita di wilayah terdampak kabut asap setiap hari 24 jam menghirup asap kebakaran yang menyengat. Tentu ini menjadi penderitaan bagi mereka yang tak tertahankan. Berapa banyak yang menderita sakit akibat asap ini, bahkan asap juga menyebabkan beberapa warga meninggal meski masih diselidiki penyebabnya,” tegas Dhoni.

Faris Afif, Selaku Manager Fundrising Dompet Dhuafa Jabar yang menjadi korlap aksi simpatik ini mengungkapkan, aksi simpatik yang dilakukan Dompet Dhuafa Jabar menjadi salah satu wujud nyata mengajak masyarakat bandung khususnya untuk bersama-sama peduli terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Kalimantan yang menjadi korban bencana kabut asap. Terlebih, pada anak-anak dan lansia yang masuk kategori rentan terserang penyakit.

Di Sumatera sendiri, kabut asap menyelimuti 80 persen wilayah. Paling tidak sebanyak 25,6 juta jiwa terpapar asap, yaitu 22,6 juta jiwa di Sumatera dan 3 juta jiwa di Kalimantan. Bencana kabut asap ini memicu keprihatinan beberapa pihak bahkan kabut asap tersebut berdampak sampai negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

Sejak awal bencana asap terjadi, Dompet Dhuafa bersinergi dengan berbagai cabang yang berada di Sumatera seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara. Sebanyak 55.792 masker telah disebar kepada masyarakat di Palembang, Pekanbaru, Padang, Jambi, Medan, dan Pontianak yang terdampak bencana asap.

Dompet Dhuafa menghadirkan program kesehatan dan homeschooling siswa SD di wilayah terdampak. Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa melakukan pembagian masker standar, penyaluran air bersih, penyediaan ambulans siap antar, dan pembagian suplemen makanan.

Dampak kabut asap memang mengkhawatirkan. Salah satunya adalah kesehatan masyarakat di wilayah bencana tersebut semakin memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara di Riau pada pertengahan September telah di atas level berbahaya mencapai angka 984 polutan standar indeks (psi). Kondisi tersebut membuat pemerintah setempat menetapkan status darurat asap pada Provinsi Riau.

Kini ratusan ribu orang, baik anak-anak maupun dewasa terserang penyakit ISPA. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 4 Oktober 2015, sebanyak 222.984 orang terkena ISPA di Sumatera dan Kalimantan. Sumatera Selatan merupakan wilayah terbanyak orang yang menderita ISPA, yaitu 74.589. (Dompet Dhuafa Jabar/MFA)